Sculpture 'King of Kings' HANGUS TERBAKAR ........ALlah Maha Kuasa



سمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحَيْم

"وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْناً قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ كُلُواْ وَاشْرَبُواْ مِن رِّزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْاْ فِي الأَرْضِ مُفْسِدِينَ"

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan
[Surah Al Baqarah 1: 60]

๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑๑۩۞۩๑ ๑۩۞۩๑๑۩۞۩๑۩۞۩๑

Sculpture 'King of Kings' iaitu patung besar Jesus Christ ini didirikan di perkarangan Solid Rock Church di Monroe, Ohio, US. Ia setinggi 19 meter dan 12 meter lebar dengan aksi 'Jesus' mendepangkan tangan seolah2 berdoa ke langit. Penghuni Monroe amat memegahkan patung ini dan menamakannya 'Touchdown Jesus'. patung ini diperbuat dari plastik dan getah fiber.

Pada 15/06/2010, patung ini dipanah petir dan kilat lalu hangus terbakar.

Begitulah kekuasaan yang ditunjukkan oleh Allah SWT bilamana manusia lupa siapa pencipta sebenarnya.

Semoga kita sentiasa dilindungi oleh Allah SWT sepanjang masa, insya-Allah.













oleh Ustaz Yusof Embong (uye)

Oh Allah, please forgive me...



سمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحَيْم





رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[البقرة :201]

Our Lord! Grant us good in this world and good in the hereafter, and save us from the chastisement of the fire.[2:201]




Ya Allah, Ya Karim,
Please have mercy on me,

Ya Allah, Ya Karim,
Please forgive me for the sins I committed in the past
And those I will commit in the future.

Ya Allah,
Have mercy on all the Muslimin,
And guide them.
Guide me Ya Allah,
And guide my parents,
My siblings, my cousins,
My aunts and uncles and so forth.

Ya Allah,
I ask You to strengthen my iman and those around me.
I ask You to soften my heart
And to soften the hearts of the believers.

Ya Allah,
Forgive me for my shortcomings, for only You are perfect.

Ya Allah,
Please forgive me if I ever got too wrapped in a matter
That I didn’t have time to utter Your name.

Ya Allah,
Please forgive me for all the salat I missed
Because of ignorance or laziness,
Please forgive me for all the fasts I didn’t make up,
Thinking it was “alright, since I fasted most of the days anyway”.

Ya Allah,
Please spark the love of Islam in my heart and in the hearts of every single Muslim
Until it gets implanted in their children and their children’s children and so on.

Ya Allah,
I ask that You help me for I am weak
And will only grow stronger by Your strength,
So Allah please strengthen me
To fight Shaytaan and his whispers.
And if I ever fell into his trap
And followed my desirer,
Then sincerely forgive me,
For that displays not only my weakness,
But Your greatness as well.

Ya Allah,
Please lighten the punishment in the grave
For those before us and those after us.
Please Allah, lighten the punishment
And please shed light into every Muslim’s grave.

Ya Allah,
If I ever was too afraid
To stand up for Your deen
Because of what others would think
Then forgive me, for I was a fool for doing so.

Ya Allah,
Please protect me and each Muslim,
And protect especially the orphans and the widows.

Ya Allah,
Please strengthen the faith
Of the destitute Muslims around the world,
So they have hope to live.

Ya Allah,
If I ever forgot to do dua for even one suffering Muslim,
Then forgive me for then it is, as I haven’t done dua for the entire ummah.

Ya Allah,
Please be the light of my eyes, ears and heart.

Ya Allah,
Please be the light on the sides of me
And the light behind me
And the light in front of me.

Ya Allah,
Please forgive me
For all the foul words I spoke
Either out of ignorance or
Because I was trying to be “cool”.

Ya Allah,
Please forgive me
If I never stopped to think about You,
Due to “other important things”

Ya Allah,
Please forgive me
For not having enough time
Or creating time for reading the Quran.

Ya Allah,
Please forgive me
For listening to music
And watching movies and t.v.

Ya Allah,
Please forgive me
For all the yelling I’ve done
And the arguments I’ve been in.
For the only time
The voice should be raised
Is for Your praises!

Ya Allah,
Please forgive me
For my disrespect towards my family,
Elders, siblings and so on.

Ya Allah,
Please forgive me for any backbiting I have been accused of,
Whether I did it consciously or unconsciously.

Ya Allah, Rab al-Alamin,
Forgive me,
Forgive me for everything.
So for everyone,
Every single Muslim,
Dead or alive,
I do dua that You forgive them for all their sins.

Ya Allah,
Please please please
Help the suffering Muslims
of , Palestine, Iraq, Afghanistan
and everywhere around the world.
Please Ya Allah, make the Mujahideen victorious,
And let the beauty of Islam reign!

Ya Allah, give victory to the Muslims!
Ya Allah, please let true Islam religion!
Ya Allah, please increase our knowledge of Your deen and this world.

Ya Allah,
Please help us all and guide us,
For You are everything to us.

Ya Allah,
I cannot stress how much I ask for Your forgiveness and Your guidance.

Ya Allah,
I fear You
I fear You soooo much words cannot describe.
I fear the day when I will meet You,
And I WILL meet You.
When we are one on one,
And I have no one’s help or support.
No one can take the blame for me
Nor I for them.
The only thing I will have
Is a little book given to me by You
That has my deeds.

Ya Allah,
Please forgive me for my thoughts,
For even though I get sinned for my actions,
I cannot help but feel guilty for my thought
And I ask You to forgive me for them
And to clear my mind of any impurities
Until You become the only thing on my mind.

Ya Allah,
Please forgive me
If I ever did anything out of gain
For this life and not for Your pleasure.
If I did anything to “show off”
Then please forgive me for that.

Ya Allah,
I do dua that You grant us all God-fearing spouses
And grant us righteous children.

Ya Allah,
I do dua that You continue to strengthen this ummah until the Day of Resurrection.

Ya Allah,
Forgive me for whatever I have not mentioned,
For I am bound to forget
…but You,
through Your greatness…
You never forget.

Ya Allah,
Please grant all the Muslims Jannah-tul-Firdaus.

Ya Allah,
I ask that You shed Your mercy
On all the Prophets (peace be upon them)
And on all the Angels (peace be upon them).

Lastly, I do dua
You shed Your mercy
On the Prophet Muhammad (peace be upon him),
His family and companions.
I do dua that You grant Muhammad
The highest station in paradise.

Amin...


Bicara Hati ♥...


بِسمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحَيْم


Bicara Hati ♥...




Sabda Rasulullah saw: "Bahawasanya di dalam jasad anak Adam ada seketul daging. Apabila baik daging itu, baiklah seluruh anggotanya. Sebaliknya, jika jahat daging itu, jahatlah seluruh anggotanya. Ketahuilah daging itu ialah hati." Riwayat Al-Bukhari

Salam buat sahabat =] hari ibu telah berlalu namun mama tetap dihatiku. kali ini ana ingin mengajak sahabat berbicara tentang hati... BICARA HATI ♥

Berbicara tentang rindu dan cinta, tidak dapat lari dari pada soal hati dan rasa. Ya, rindu dan cinta letaknya di hati - raja dalam kerajaan diri manusia.


Ini bermakna, rindu dan cinta yang harus bersemi di hati mestilah rindu dan cinta yang ‘baik'. Barulah hati akan menjadi baik, dan seluruh anggota jadi baik. Tapi jika rindu dan cinta itu ‘jahat' maka jahatlah hati. Akibatnya jahatlah seluruh anggota. Kata orang, "berhati-hatilah menjaga hati." Jangan dibiarkan hati itu penuh dengan rindu dan cinta yang salah... akibatnya terlalu buruk.

Umpama menyerahkan kepimpinan negara kepada seorang yang jahat. Kita tentu tahu apa akibatnya bukan? Pemimpin yang jahat akan melakukan kemungkaran, penzaliman, rasuah dan lain-lain kejahatan yang akan menghancurkan sebuah negara. Maka begitulah hati yang jahat, akan menyebabkan seluruh diri kita terarah kepada kejahatan. So,berhati-hatilah menjaga hati dengan berhati-hati memberi cinta dan rindu.

Sebenarnya, pada siapa kita harus cinta? Pada siapa kita mesti rindu? Mungkin ada diantara kita yang tertanya-tanya. Pada kekasih hati? Atau si dia yang sentiasa diingati. Oh, bukan, bukan... Sebenarnya hati setiap manusia secara fitrahnya mencintai dan merindui Allah. Kenapa dikatakan begitu? Dan benarkah begitu? Baiklah, mari kita fikirkan dan renungkan bersama...

Setiap hati inginkan kasih-sayang, keadilan, kekayaan, keindahan dan lain-lain sifat yang mulia, baik dan sempurna. Tidak ada seorang manusiapun yang tidak inginkan kebaikan, kemuliaan dan kesempurnaan. Ketika dilanda kemiskinan, manusia inginkan kekayaan. Ketika dipinggirkan, kita inginkan kasih-sayang. Ketika dizalimi, kita inginkan keadilan. Baiklah, hakikat itulah bukti yang sebenarnya manusia cinta dan rindukan Tuhan. Justeru itu Tuhan sahaja yang memiliki segala-gala yang diingini oleh manusia.

Bukankah Allah memiliki kekayaan yang diingini oleh si miskin? Allah mempunyai kasih sayang yang diidamkan oleh mereka yang terpinggir. Allah Maha Adil dan mampu memberi keadilan yang didambakan oleh yang tertindas. Oleh kerana itulah Tuhan mempunyai nama-nama yang baik (Asmaul Husna), yang menggambarkan keindahan, keadilan, kasih-sayang yang segala sifat kesempurnaan-Nya. Diantara nama-nama Allah itu ialah Al Adil (Yang Maha Adil)? Al Ghani (Maha Kaya)? Ar Rahman (Maha Pengasih)? Dan Ar Rahim (Maha Penyayang)?

Sebutlah... apa sahaja keinginan manusia tentang kebaikan dan kesempurnaan, maka di situ sebenarnya (secara langsung ataupun tidak), manusia sedang merindui dan mencintai Allah. Inilah rasa yang tidak dapat dihapuskan. Selagi manusia punya hati dan perasaan. Rasa bertuhan inilah yang menurut Imam Ghazali, tidak akan dapat dinafikan oleh hati sekalipun kerap dinafikan oleh sifat keegoan manusia.

Inilah benih rindu dan cinta yang telah dibina (‘install') secara fitrah (tabie) dalam diri setiap manusia sejak di alam roh lagi.

Firman Allah: "Bukankah aku ini Tuhanmu? Maka semua (roh manusia) menjawab: ‘Benar, kami (Engkaulah Tuhan kami) menjadi saksi." Al-A'raf : 172

So wake up !!. Apabila hati kita resah dan gelisah inginkan pembelaan, hakikatnya pada ketika itu hati kita sedang merindui yang Maha Adil. Ketika kasih-sayang terputus atau cinta terkandas, kita inginkan sambungan... maka ketika itu sebenarnya kita sedang merindui Ar Rahman dan Ar Rahim (Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang). Ketika bersalah, kita merintih inginkan keampunan dan kemaafan, maka pada saat itu kita sebenarnya merindui Al Ghafar (Pengampun) dan mencintai Al Latif (Maha Lembut).

Semua keinginan itu hanya akan dapat dipenuhi apabila manusia merapatkan dirinya kepada Allah. Allah yang punya segala-galanya itu. Allah sentiasa mahu dan mampu memberi apa yang diinginkan oleh setiap manusia.

Firman Allah: "Dan Tuhan kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku nescaya Aku akan perkenankan. Sesungguhnya orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepada-Ku, akan dimasukkan neraka Jahanam dalam keadaan hina." Al-Mukmin : 60

Menerusi nama-nama Allah yang baik inilah seharusnya kita merintih, merayu dan memohon kepada Allah.

Firman Allah: "Allah memiliki Asmaa' ulHusna, maka memohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama yang baik itu..." Al A'raaf : 180

Manusia hakikatnya tidak punya apa-apa yang diingini oleh manusia lain. Mereka mungkin mahu memberi, tetapi tidak mampu. Ada pula yang mampu memberi tetapi tidak mahu melakukannya. Mungkin hartawan punya harta, tetapi dia tidak punya sifat pemurah. Mugkin ada si miskin punya hati yang pemurah, tetapi tidak memiliki harta yang dipinta oleh si miskin yang lain. Tegasnya, manusia tidak sempurna. Hanya Tuhan yang mempunyai segala apa yang diinginkan oleh seluruh manusia.

Firman Allah: "Bukankah aku ini Tuhanmu? Maka semua (roh manusia) menjawab: ‘Benar, kami (Engkaulah Tuhan kami) menjadi saksi." Al-A'raf : 172

Itulah pertanyaan Allah sekaligus keakuran roh manusia atas pertanyaan itu. Ya, ketika itu semua roh manusia telah mengenali Allah. Bukan itu sahaja, bahkan roh manusia telah mengakui Allah sebagai pemilik, pentadbir dan pengatur alam ini. Inilah yang dimaksudkan cintakan Allah itu adalah fitrah setiap hati. Tetapi soalnya, mampukah cinta itu terus suci dan abadi di dalam hati setiap manusia?

Sungguhpun begitu, perkenalan dan percintaan manusia dengan Allah di alam roh itu kerap tercemar. Sebaik sahaja lahir ke alam dunia, manusia yang dulunya begitu mengenali dan mencintai Allah mula dipisahkan daripada kecintaan dan kerinduannya itu. Yang sejati luntur, yang ilusi muncul. Perkenalan dengan Allah mula dicemari. Manusia mula dipisahkan dari Tuhan. Dan amat malang, kerapkali yang memisahkan anak-anak daripada Allah ialah ibu-bapa anak-anak itu sendiri.

"Setiap anak-anak dilahirkan putih bersih, kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Majusi atau Nasrani."

So, untuk mengelakkan agar cinta yang suci itu tidak terus dikotori... maka awal-awal lagi apabila seorang bayi dilahirkan, dia terlebih dahulu diazankan dan diiqamatkan. Inilah usaha awal untuk meneruskan perkenalan bayi itu dengan Allah. Tidak cukup sekadar itu sahaja, malah para ibu-bapa juga wajib mengenalkan kepada anak-anak mereka segala sifat kesempurnaan Allah secara mudah tetapi konsisten.

Sabda Rasululah: "Awal-awal agama ialah mengenal Allah."

Alangkah indahnya jika semua itu berjalan lancar. Sejak kecil lagi putik cinta dan rindu Allah itu tumbuh, berbunga dan akhirnya berbuah apabila menjelang dewasa. Malangnya, ramai anak tidak diperkenalkan kepada Allah oleh ibu-bapanya. Sebaliknya, didedahkan kepada unsur-unsur yang melindungi kebesaran Allah. Seringkali, didikan, ajaran, malah lagu, filem, bahan bacaan yang didedahkan kepada anak-anak menggugat perkenalannya dengan Allah...ish2 nauzubillah

Akibatnya, kerinduan dan kecintaan yang sedia ada di alam roh itu tidak bersambung, bahkan tercemar. Cinta terputus di tengah jalan. Setiap manusia memiliki hanya satu hati, tidak dua, tidak tiga. Bila cinta Allah dicemari, cinta yang lain datang mengganti. Dua cinta tidak akan berkumpul di dalam satu hati. Hanya satu cinta akan bertakhta di dalam satu jiwa. Bila cinta Allah terpinggir maka terpinggir jugalah segala kebaikan dan kesuciannya. Maka yang tumbuh selepas itu ialah cinta selain Allah seiring suburnya segala kejahatan dan kekejiannya!

Bagaimanakah caranyanya membersihkan semula hati yang telah dicemari dan diracuni? Cukupkah hanya dengan ucapan dan penyesalan? Ya, usaha untuk membersihkan hati adalah usaha yang sukar. Tetapi hanya itulah satu-satunya jalan. Tidak ada jalan mudah untuk mendapat cinta itu semula. Setiap cinta menagih pengorbanan. Begitulah jua cinta Allah.

Sabda Rasulullah: "Iman itu bukanlah angan-angan, bukan pula ucapan, tetapi sesuatu yang menetap di dalam dada, lalu dibuktikan dengan perbuatan."

Perjuangan itu pahit, kerana syurga itu manis. Kecintaan kepada Allah terlalu mahal. Bayangkan untuk mendapat cinta seorang wanita yang rupawan, jejaka yang hartawan, putera yang bangsawan, itupun sudah terlalu sukar, maka apatah lagi untuk mendapat cinta Allah zat yang Maha Agung dan Maha Sempurna itu.

Siapa tidak inginkan kecantikan, harta, nama dan kuasa? Semua itu mahal harganya. Namun semua itu tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan cinta Allah. Cintakan gadis yang cantik, kecantikan akan luntur. Cintakan harta yang banyak, harta akan musnah atau ditinggalkan. Cinta pada kuasa, suatu hari pasti dijatuhkan atau berakhir dengan kematian.

Namun cinta Allah, adalah cinta yang hakiki, sejati dan abadi. Keindahan Pencipta (Khalik) tidak akan dapat ditandingi oleh ciptaannya (makhluk). Keagungan, kekuasaan dan kekayaan Allah akan kekal abadi selamanya. Bila kekasih di kalangan manusia sudah berpaling, maka sedarilah bahawa Allah tetap melihat dengan pandangan rahmat-Nya. Apabila kita mencintai Allah, kita hakikatnya akan memiliki segala-galanya. Inilah cinta yang tidak akan terpisah oleh kejauhan, kematian dan kemiskinan. Sebaliknya bila kita kehilangan cinta Allah, kita sebenarnya telah kehilangan segala-galanya.

Hadis Qudsi: Allah swt berfirman: "Aku menurut sangkaan hamba kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila dia ingat kepada-Ku. Jika dia ingat kepada-Ku dan dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia ingat kepada-Ku dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (Sahih Bukhari)

Namun begitu, seperti yang ditegaskan sebelumnya, cinta Allah yang begitu agung dan suci, pasti ada tagihannya. Jalan mencintai Allah tidak semudah yang disangkakan. Sudah adat, setiap yang mahal, sukar mendapatkannya. Bandingannya seperti pasir dengan permata. Pasir, murah harganya... kerana ia boleh dicari di merata-rata. Sebaliknya, permata begitu tinggi nilainya, maka perlu menyelam ke dasar lautan untuk mendapatkannya.

Untuk mendapat cinta Allah kita perlu berkorban. Cinta dan pengorbanan sudah sinonim dan tidak sekali-kali dapat dipisahkan. how?? Kita perlu membayar harga cinta itu dengan segala yang ada pada kita iaitu masa, tenaga, harta bahkan nyawa. Namun apa yang lebih penting bukanlah masa, tenaga atau sesuatu yang berbentuk lahiriah. Itu cuma lambang sahaja. Yang lebih penting ialah hati di sebalik pengorbanan itu.

Bagaimana dengan kita??

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya ALLAH tidak melihat gambaran lahir amalan kamu dan rupa kamu tapi ALLAH melihat hati kamu". Riwayat Muslim

Pengabdian kita kepada Tuhan adalah bukti cinta kepada-nya. Pepatah Arab mengatakan:
"Setiap orang menjadi hamba kepada apa yang dicintanya. Sebaliknya, jika hati seseorang itu ikhlas, amalnya yang sekecil manapun akan menjadi besar dan bernilai di sisi Allah. Insya-Allah, ‘hadiah' itu akan diterima oleh Allah.

Firman Allah: "Barang siapa yang ingin menemui Tuhannya, hendaklah dia beramal soleh dan tidak mempersekutukan Allah dengan amalannya itu." Surah Al-Kahfi: 110

Hakikatnya Allah Maha Kaya dan DIA tidak mengkehendaki apa jua manfaat daripada hamba-hamba-Nya sekalipun amalan dan kebaikan yang mereka lakukan. Maha Suci Allah daripada bersifat miskin - punya keinginan untuk mendapat manfaat daripada para hamba-Nya. Amalan dan kebaikan yang dilakukan oleh manusia bukan untuk Allah tetapi manfaat itu kembali kepada manusia semula.

Bila kita solat misalnya, solat itu manfaatnya akan dirasai oleh kita juga. Firman Allah:

"Sesungguhnya sembahyang itu akan mencegah daripada kemungkaran dan kejahatan." Surah Al-Ankabut: 45

Yerp my friends, solat akan menyebabkan kita terhalang daripada melakukan kejahatan dan kemungkaran. Itulah manfaat solat. Itu amat berguna kepada diri manusia. Manusia yang baik akan dikasihi oleh manusia lain. Hidup yang selamat daripada kemungkaran dan kejahatan, adalah hidup yang tenang, aman dan bahagia.

Begitu juga apabila Allah menyuruh kita melakukan sesuatu atau melarang kita melakukannya, itu adalah kerana Allah ingin berikan kebaikan kepada kita bukan untuk-Nya. Inilah rasionalnya di sebalik pengharaman riba, arak, zina, pergaulan bebas, pendedahan aurat dan lain-lain. Susah atau senangnya untuk manusia bukan untuk Allah. Tegasnya, jika patuh, manfaatnya untuk manusia. Jika engkar, mudaratnya juga untuk manusia.

Namun, walau sesukar mana sekalipun kita berusaha menghampirkan diri kepada Allah, kita akan merasa mudah jika Allah sendiri memberi bantuan-Nya. Jika Allah sudah permudahkan, walaupun seberat mana sekalipun, kita akan mampu mengatasinya. Allah akan permudahkan kita dengan mengurniakan sifat sabar, istiqamah, syukur dan redha kepada-Nya. Lihatlah sejarah perjuangan para Rasul dan nabi serta sahabat-sahabat Rasulullah... kita akan tertanya-tanya mengapa mereka sanggup menderita, tersiksa bahkan terkorban nyawa untuk mendapat cinta Allah?

Renungilah betapa Sumayyah rela mengorbankan nyawanya. Begitu juga Mus'ab bin Umair, Hanzalah, Jaafar bin Abi Talib, Abdullah ibnu Rawahah... mereka semuanya telah syahid di jalan Allah. Apakah itu susah buat mereka? Mereka sangat menghayati apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:

"Jagalah Allah, nescaya engkau akan temukan DIA di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika dalam keadaan lapang nescaya DIA akan mengenalmu dalam keadaan sempit. Ketahuilah segala sesuatu yang luput daripadamu tidak akan menimpamu dan sesuatu yang menimpamu tidak akan dapat luput darimu. Ketahuilah bahawa kemenangan itu menyertai kesabaran, kelapangan itu menyertai kesempitan dan kemudahan itu menyertai kesukaran." Riwayat Ahmad, Hakim, Thabrani, Ibnu Sunni, Ajiri dan Dhiya'agal

Mereka sesungguhnya merasa bahagia dalam mengharungi penderitaan, merasa mulia dengan mengorbankan nyawa. Ini semua mudah buat mereka kerana Allah telah melembutkan hati-hati mereka. Benarlah bila hendak seribu daya, bila mahu sejuta cara. Kemahuan dan keinginan mereka itu hakikat didorong oleh Allah. Untuk itu, mintalah simpati dari Allah untuk memudahkan kita mendekatkan diri kepada-Nya.

Bagaimana memohon simpati daripada Allah? Tidak lain dengan cara berdoa kepada-Nya. Doa itu adalah senjata orang mukmin. Maksudnya, doa ialah alat atau ubat yang paling mustajab dan mujarab untuk mendapat hati yang lunak dengan Allah. Namun harus diingat, doa bukanlah usaha ‘pemberitahuan' kehendak-kehendak kita kepada Allah, namun doa hakikatnya usaha ‘penyerahan' diri kita kepada-Nya.

Orang yang berdoa ialah orang yang mengakui segala sifat kehambaannya di hadapan kekuasaan Allah. Apakah sifat-sifat kehambaan itu? Antaranya, rasa lemah, hina, jahil, miskin, berdosa, hodoh dan segala sifat-sifat kekurangan. Berdoa ertinya kita menyerah pasrah kepada Allah. Kita nafikan segala kelebihan diri. Yang kita akui hanya sifat keagungan dan kebesaran Allah. Lalu kita inginkan hanya bantuan-Nya. Kita tagihkan simpati, kasihan dan keampunan-Nya sahaja.

Hanya dengan mengaku lemah di hadapan Allah kita akan memperolehi kekuatan. Hanya dengan mengaku miskin di hadapan Allah kita akan dikayaka-Nya. Tegasnya, hanya dengan merasai segala sifat kehambaan barulah kita akan mendapat kekuatan, kemuliaan dan kelebihan dalam mengharungi hidup yang penuh cabaran ini.

Bila Allah telah hadiahkan kasih dan rindu-Nya kepada kita, kita akan merasa kebahagiaan dan ketenangan yang tiada taranya lagi. Dalam apa jua keadaan kita akan mendapat ketenagan. Susah, kita sabar. Senang, kita syukur. Kita bersalah, mudah meminta maaf. Jika orang meminta maaf, kita sedia dan rela pula memaafkan. (>_<)y .Alangkah bahagianya punya keikhlasan hati yang sebegini...

p/s: Jika Allah berikan harta, kita gunakan ke arah kebaikan dan kebajikan. Jika diberi ilmu, kita mengajar orang lain. Diberi kuasa, kita memimpin dengan adil dan saksama! Syukur itulah tujuan utama kita dikurniakan nikmat. Ertinya, kita kembalikan nikmat kepada yang Empunya nikmat so here fair la yer =] insyaAllah ...

Sentuhan Kasih Sayang...




بِسمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحَيْم


Sentuhan Kasih Sayang .....bingkisan bt Mama & Mak





Banyak perkara yg boleh dilakukan orang tua utk mengungkapkan kasih sayang kepada si anak. Islam sebagai agama yg sempurna melalui kisah Rasul-Nya banyak memberikan teladan dlm hal ini.


Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kasih sayang di dlm qalbu seorang insan bernama ibu sehingga sentiasa menghiasi segala apa yg ada buat kita. Gambaran apa pun yg ada di antara ibu dgn anak mereka tdk lain melambangkan kasih sayang mereka. Sekeras apa pun tabiat sseorang ibu namun di sana tersimpan kecintaan yg besar terhadap anak anaknya.


Besar kasih sayang ini terlukis dari hati nurani insan bergelar ibu. Tika ku senang atau pun berduka ibu sentiasa disampaing ku. Buat sahabat2 yg bergelar anak ku sediakn kisah suka duka seorang insan bergelar ibu. Air mata ku menitis terkenang dosa dosaku terhadap ibuku.


Moga kisah ini mengisafkan kita.. :


“Nurse, boleh saya tengok bayi saya?” ibu muda yang baru bersalin itu bersuara antara dengar dan tidak kepada seorang jururawat.

Sambil tersenyum jururawat membawakan bayi yang masih merah itu. Si ibu menyambut dengan senyum meleret. Dibuka selimut yang menutup wajah comel itu, diciumnya berkali-kali sebaik bayi tersebut berada dipangkuan.

Jururawat kemudian mengalihkan pandangannya ke luar tingkap. Tidak sanggup dia bertentang mata dengan si ibu yang terperanjat melihat bayinya dilahirkan tanpa kedua-dua cuping telinga.

Namun gamamnya cuma seketika. Dakapan dan ciuman silih berganti sehingga bayi yang sedang lena itu merengek. Doktor bagaimanapun mengesahkan pendengaran bayi itu normal, sesuatu yang cukup mengembirakan si ibu.

Masa terus berlalu…

Pulang dari sekolah suatu tengahari, anak yang tiada cuping telinga itu yang kini telah memasuki alam persekolahan menangis memberitahu bagaimana dia diejek rakan-rakan. “Mereka kata saya cacat,” katanya kepada si ibu.

Si ibu menahan sebak. Dipujuknya si anak dengan pelbagai kata semangat. Si anak menerimanya dan dia muncul pelajar cemerlang dengan menyandang pelbagai jawatan di sekolah. Bagaimanapun tanpa cuping telinga, si anak tetap merasa rendah diri walaupun si ibu terus memujuk dan memujuk. Ayah kanak-kanak itu bertemu doktor. “Saya yakin dapat melakukannya jika ada penderma,” kata pakar bedah. Bermulalah suatu pencarian bagi mencari penderma yang sanggup berkorban.

Setahun berlalu…

“Anakku, kita akan menemui doktor hujung minggu ini. Ibu dan ayah telah mendapatkan seorang penderma, tapi dia mahu dirinya dirahsiakan, ” kata si ayah. Pembedahan berjalan lancar dan akhirnya si anak muncul sebagai manusia baru, kacak serta bijak. Pelajarannya tambah cemerlang dan rasa rendah diri yang kerap dialaminya hilang.

Rakan-rakan memuji kecantikan parasnya. Si anak cukup seronok, bagaimanapun dia tidak mengabaikan pelajaran. Pada usianya lewat 20-an, si anak menjawat jawatan tinggi dalam bidang diplomatik.

“Sebelum saya berangkat keluar negara, saya ingin tahu siapakah penderma telinga ini, saya ingin membalas jasanya,” kata si anak berkali-kali. “Tak mungkin,” balas si ayah. “Perjanjian antara ayah dengan penderma itu masih berjalan. Tunggulah, masanya akan tiba.” “Bila?” tanya si anak.

“Akan tiba masanya anakku,” balas si ayah sambil ibunya mengangguk-angguk. Keadaan terus kekal menjadi rahsia bertahun-tahun lamanya.

Hari yang ditunggu tiba akhirnya. Ketika si anak berdiri di sisi keranda ibunya, perlahan-lahan si ayah menyelak rambut ibunya yang kaku.

Gelap seketika pandangan si anak apabila melihat kedua-dua cuping telinga ibunya tiada.

“Ibumu tidak pernah memotong pendek rambutnya,” si ayah berbisik ke telinga anaknya. “Tetapi tiada siapa pernah mengatakan ibumu cacat, dia tetap cantik, pada ayah dia satu-satunya wanita paling cantik yang pernah ayah temui. Tak percaya… tanyalah pada sesiapa pun kenalannya.”

P/s : Kecantikan seseorang bukan terletak pada fizikal tetapi di hati. Cinta sejati bukan pada apa yang dilakukan dan dihebah-hebahkan tetapi pengorbanan tanpa diketahui.

Selagi ibu kita ada didunia ini, ciumlah dia, cium tangannya, sentiasa minta ampun darinya, berikan senyuman kepadanya, bukannya dengan bermasam muka, kasih ibu tiada tandingannya, ingatlah “SYURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU”, penyesalan di kemudian hari tidak berguna, selagi hayatnya ada,curahkanlah sepenuh kasih sayang kepadanya..

“Saya Sayang Mama”

Kala Cinta Memanggil...




بِسمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحَيْم


Kala
Cinta Memanggil..


Cinta? Jarang orang berbicara tentang cinta , rindu dan cemburu. Ramai juga yang selalu terlalu prejudis terhadap cinta. Menganggap cinta dan rindu sebagai suatu perkara yang buruk dan menjijikkan.

Siapa?
Golongan yang paling ramai berpandangan sedemikian ialah para remaja. Sehingga ada segelintir remaja yang menyalah ertikan tentang maksud cinta dan rindu sehingga terlalu berlebih-lebihan di dalam melaksanakan maksud cinta yang dicipta oleh mereka dengan melakukan perkara-perkara maksiat. Tidak dapat dinafikan ada yang sanggup berzina dengan pasangannya hanya dengan menggunakan istilah “ cinta” dan “rindu”.


Namun..
Mungkin kerana wujud golongan yang menyalahgunakan erti sebenar cinta , maka golongan remaja yang menjaga peribadi mereka juga turut memandang serong terhadap cinta. Katanya berdosa cintan cintun ini...

Apa itu Cinta ? Apa itu rindu?

Cinta juga makhluk. Rindu juga makhluk
ciptaan Allah taala. Seseorang akan menjadi musuh terhadap sesuatu yang dia tidak kenali dengan mendalam. Kalau ingin membenci cinta maka sepatutnya perlu berlaku adil padanya. Perlu kenal apa itu cinta terlebih dahulu. Perlu kenal apa itu rindu terlebih dahulu. Ada benar juga kata orang tak kenal maka tak cinta ...

Selami erti CINTA, RINDU & CEMBURU

Cinta, rindu dan cemburu adalah 3 perkara yang tidak boleh kita nafikan dalam hidup kita. Ketiga-tiga perkara ini wujud di dalam hati sanubari seseorang. Menakujubkan kerna Ianya juga banyak membantu di dalam kehidupan seseorang.

Buktinya?
Allah taala tidak menjadikan sesuatu itu dengan sia-sia melainkan perkara itu ada tugasnya tersendiri. Lemahnya adalah kita yang tidak mampu mencari hikmahnya.

Tanpa cinta, kita tidak akan wujud di dunia ini. Tanpa cinta seseorang boleh berlaku kejam terhadap keluarganya. Tanpa cinta dunia akan gelap gelita tanpa sinar. Sebagai contoh paling dekat , ayah dan ibu kita tanpa wujudnya cinta dalam hati mereka maka tidak akan wujud kita.
Tanpa cinta mereka tidak mungkin kita dapat dibesarkan dalam keadaan yg sempurna, menjadi seorang yg berguna dalam hidup kita kini..


Walaubagaimanapun..
. Kurangnya rasa cintalah yang menyebabkan seseorang itu berlaku kejam terhadap saudaranya. Begitu juga rindu dan cemburu. Tanpa cemburu seseorang boleh membiarkan kekasihnya melakukan maksiat. Tanpa cemburu maka seorang isteri akan membiarkan suaminya bermain kayu tiga dan tanpa cemburu jugalah menyebabkan seseorang akan membiarkan hatinya dipermainkan orang lain.Lihat sahabat indahnya pentingnya cinta dalam kehidupan
. Cinta itu kasih syg ...perasaan yg mulia diwujudkan dalam hati manusia oleh Allah taala..

Cinta menurut al-Qadhi al-Syeikh Muhammad Ahmad Kan’an
di dalam kitabnya Usul al-Muasyarah al-Zaujiyah ialah kecenderungan hati terhadap perkara yang dicintai. Cinta sebenarnya adalah perbuatan dan amalan hati. Bukan amalan anggota badan.


Tanpa cinta ini maka perkahwinan tidak akan berjaya dan bahagia. Perlu difahami dengan baik, yang memberikan kebahagian dan ketenangan bukanlah zat cinta itu sendiri, bahkan yang memberikannya kepada kita ialah Pemilik Cinta itu sendiri iaitu Allah Yang Maha Pencinta dan Pengasih. Cuma cinta ini sebagai satu wasilah bagi mencapai ketenangan itu.


Menurut al-Qadhi Muhammad Kan’an, kunci utama kepada cinta bermula dengan pandangan mata. Oleh sebab itulah Baginda sallallahu alaihi wasallam menggalakkan kepada seseorang yang ingin bertunang agar melihat terlebih dahulu kepada tunangnya. Agar bertambah rasa cinta dan rindu.


Diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dan al-Nasa’ie rahimahumallah daripada Saidina Syukbah radhiyallahu anhu katanya:


خطبت امرأة فقال لي رسول الله صلى الله عليه و سلم: هل نظرتَ إليها ؟ قلتُ : لا , قال : فانظر إليها فإنه أحرى أن يؤدَمَ بينكما

Maksudnya:
"Aku telah meminang seorang wanita. Maka Baginda sallallahu alaihi wasallam bertanya kepadaku: Adakah kamu telah melihatnya wahai Syukbah? Aku menjawab: Tidak Ya Rasulallah. Maka sabda Baginda sallallahu alaihi wasallam: Lihatlah padanya, sesungguhnya dengan melihat itu akan menjadikan kamu berdua merasa lebih serasi dan berkenan."

Fahami Cinta?
Sesuatu yang perlu kita fahami ialah cinta sebenar itu ialah cinta yang ingin dibina atas dasar iman. Maksud saya bukan sekadar bercinta tetapi meletakkan bahawa wanita yang dicintainya dan lelaki yang dicintainya akan dijadikannya sebagai isteri dan suami. Sabda Baginda sallallahu alaihi wasallam daripada Saidina Ibn Abbas radhiyallahu anhuma:


لم يُرَ للمتحبَين مثل النكاح

Maksudnya:
" Tidaklah dilihat kepada dua orang yang sedang bercinta melainkan pernikahan."


Jalinan kasih atas dasar cinta. Cinta untuk menuju cinta Nya. Cinta diri apa adanya. Tidak saling menuntut bahkan saling memperbaiki diri. Itulah pernikahan...


Kebahagiaan akan jauh lebih indah, ketika dua keluarga besar itu bersatu. Subhanallah, penuh rasa syukur. Syukur atas nikmat Nya, syukur atas nikmat sebagai seorang Islam. Sungguh indah, kerana dengan bernikah silturahim antara keluarga terjalin.

Besarnya hikmah pernikahan dalam Islam..Islam itu sendiri telah menyediakn sebaik baik penyelesaian..Bagaimana dengan sahabat kala cinta memanggil mampu kah kita menghadapi nya..insyaAllah pilih la sebaik baik jln sahabatku :)